Orang Lain Kok Hidupnya Lancar Terus, Sedangkan Saya Begini-Begini Saja? Ini Ceramah Cak Nun yang Menyejukkan Hati

Kita mungkin sering berpikir, "Orang lain kok hidupnya lancar terus ya? Sedangkan saya begini-begini saja." Nah, kali ini Cak Nun punya jawabannya.




Dirangkum dari video di channel Youtube Suluk Kerinduan, berikut jawaban Cak Nun.

Jadi hidup itu "Sawang sinawang", jangan merasa kalau Anda sengsara sendiri. Kalau mau lomba sengsara, saya juga nggak kalah-kalah banget lah.

Anda masih punya sawah, saya tidak punya, Anda masih punya pekerjaan, saya tidak punya. 

Saya usia 64 tahun belum pernah punya pekerjaan beneran. Saya pernah jadi wartawan tahun 1972, sampai 1875 gaji terakhir saya Rp. 4.500. 

Saya kalau makan itu, 50 rupiah satu kali makan, jadi pakai nasi dan sayur. Sayurnya kadang tempe, kadang terong, kadang apa, sudah pokoknya asal begitu itu, itu semua 20 rupiah.

Kalau tambah 15 rupiah, jadi 35 rupiah. Teh panas 10 rupiah. Dari 50 rupiah tadi sisa 5 rupiah buat beli krupuk 2. 

Iya, sehari saya makan itu 50 x 3 kalau tiga kali makan. Jadi cuma 150 rupiah.

Gaji saya 4.500 rupiah sebulan, bisa dihitung sendiri kira-kira cukup atau nggak. 

Dan kemana-mana tidak ada angkot, tidak ada ojek, ya cuma jalan kaki. Jadi sehari itu jalan sekitar 25 km lah, setiap hari lho, rata-rata.

Belum lagi antar kota, saya itu Jogja-Magelang sering cuma jalan kaki. Jogja-Wates jalan kaki, sering. 

Saya ke Ponorogo-Madiun jalan Gontor ke Madiun jalan kaki. Jombang ke desa saya, saya juga jalan kaki.

Ibu saya itu ditinggal bapak saya. Bapak saya umur 49 anaknya 15. Jadi ibu saya hamil, gendong bayi, sama gandeng anak kecil.

Jadi setiap tahun kayak gitu, jadi setiap saya lihat ibu saya, pasti hamil, gendong bayi, lalu menuntun kakaknya yang anak yang lagi digendong itu. 

Terus menerus sampai 15 orang. Saya nomor 4, jadi adik saya 11, dari satu ibu.

Ayah saya meninggal dalam keadaannya tidak hanya tidak punya apa-apa tapi punya hutang sangat banyak.

Jadi ayah saya tidak ada itu saya sama kakak laki-laki saya, adik-adik saya, semua langsung hari itu juga berhenti sekolah. Makanya saya tidak sekolah itu bukan karena gegayaan, bukan, tapi ya karena beneran tidak punya uang.

Jadi, ayo gimana, mau lomba balapan sengsara-sengsaraan atau gimana?

Cak Nun kemudian mengisahkan saat dia harus rela tidak makan berhari-hari. Ia pun memberikan tips agar tidak kelaparan.

"Caranya agar tidak lapar? Niatilah puasa," kata Cak Nun.

Ia memilih puasa sekalian daripada kelaparan dan tidak dapat apa-apa.

"Daripada tidak ada, mending niat puasa sekalian," katanya.

"Anda itu kalau melarat itu ya jangan ditambahi dengan sedihnya hati. Sudah melarat, sedih, kan bodoh itu," lanjutnya.

Maka dari itu Cak Nun mengatakan bahwa kita harus punya hubungan dengan Allah SWT.

"Kelau melarat dicari gimana caranya biar senang. Biar senang, makanya kita harus punya hubungan sama Allah SWT."

Saya ini bukan malaikat, saya ini senang perempuan, duit banyak senang, ya ingin kaya seperti Anda persis, tapi inginku di dunia ini kalah dengan gengsiku kepada Allah. 

Walaupun uang seluruh dunia digeletakkan di hadapanku, rasa maluku kepada Allah itu lebih besar daripada jilati uang-uang itu.

Kalau ingin sih ingin, tapi ada faktor lain. Hidup itu tidak hanya ada keinginan tapi ada pertimbangan, kearifan, ada harga diri, martabat, kemaslahatan bersama. Bukan kok semua keinginan dituruti.


Sumber foto: Youtube Cak Nun