Pak Aripin seorang difabel harus rela merangkak di jalan untuk memungut botol-botol bekas. Walaupun memiliki keterbatasan fisik, Pak Aripin tidak mengemis, ia lebih memilih berjuang sendiri.




Dilansir dari KitaBisa, berikut cerita Pak Aripin.

Pak Aripin, beliau semangat dalam mengais rezeki lewat memungut botol-botol bekas. Walaupun dengan cara merangkak, demi sebungkus nasi Pak Aripin harus bekerja setiap harinya.

Hidup sebatang kara dan mempunyai kekurangan Pak Aripin tidak mau kalau harus meminta belas kasihan orang atau tetangga-tetangganya.

"Selagi saya masih kuat bekerja, saya harus bekerja untuk hanya makan sehari-hari", ungkap Pak Aripin.

Kedua orang tua Pak Aripin sudah tiada beberapa tahun lalu, bahkan kakak satu-satunya pun sudah meninggalkannya. Pak Aripin sedari kecil sudah mempunyai kekurangan fisik yang membuat ia berjalan hanya bisa merangkak,

Sebelum menjadi pemulung dulu Pak Aripin pernah usaha beternak ayam kampung tapi tiap hari ia merugi.

Di rumahnya yang kecil inilah Pak Aripin menghabiskan hari-harinya setelah selesai memungut barang bekas, setiap satu bulan sekali hasil pungutannya dijual dan bisa menghasilkan uang sebesar Rp. 500.000.

Walaupun hidup dalam kesusahan, Pak Aripin tidak lupa untuk berbagi jika mendapatkan rezeki lebih. Pak Aripin sangat suka bebagi makanan bersama anak-anak yang ia temui dijalan selama bekerja.

Betapa berat dan mulia perjuangan hidup Pak Aripin.

Penggalang Dana di KitaBisa ini adalah Cancer Support Kuningan, silakan membantu jika berkenan, bisa mengunjungi laman donasi Pak Aripin di KitaBisa.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor KitaBisa.

Sumber foto: KitaBisa